Eks Simpatisan OPM Serahkan Peluru dan Senjata ke TNI

BERITALeave a Comment on Eks Simpatisan OPM Serahkan Peluru dan Senjata ke TNI

Eks Simpatisan OPM Serahkan Peluru dan Senjata ke TNI

TNI menerima senjata api dengan jenis CIS beserta dengan 2 butir amunisi caliber 22 dari mantan simpatisan kelompok Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) dengan inisial YK (54).

Senjata dan Peluru diserahkan ke TNI

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Pos Toray Mayor Inf Rizky Aditya menyatakan bahwa pengerahan senjata tersebut bermula ketika upacara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) tanggal 15 Januari lalu.

Saat itu, YK, warga Kampung Toray, mengatakan pada anak angkatnya yang merupakan anggota Pos Toray, yaitu Prajurit Kepala Andri E Ginting, bahwa dirinya memiliki senjata api yang disimpannya di hutan. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Tepatnya pada hari Sabtu (22/2) pukul 23.00 WIT telah datang ke Pos Toray warga Kampung Toray berinisial YK (54) yang mana secara sukarela menyerahkan 1 pucuk senjata api jenis CIS dan 2 butir munisi caliber .22 dan akhirnya diterima secara langsung oleh Danpos Toray Letda Inf Wesly Baslius Tanaem,” tutur Rizky dalam siaran pers TNI yang dilangsungkan pada hari Senin (24/2) ini.

Menurut pengakuannya, YK adalah mantan simpatisan TPN/OPM. Senjata api itu adalah pemberian dari saudaranya yang berinisial APG (60) yang mana adalah warga Kampung Toray yang telah meninggal dunia. Setelah dilakukan pemeriksaan senjata api dan juga amunisi itu, pihaknya sudah melaporkan dan akhirnya menyerahkannya ke Kolaksps Korem 174/ATW. Rizky sendiri menyebutkan penyerahan senjata totobet tersebut tak lepas dari kedekatan anggota TNI dengan warga lokal di sana.

“Saat penyerahan senjata yang bersangkutan mengatakan, bahwa kedekatan anggota Pos Toray dengan warga kampong Toray terkhusus dirinya, amat sangat berbeda dengan Satgas-Satgas yang sebelumnya, sehingga bisa membuatnya simpati dan berkeinginan menyerahkan senjata api itu,” ujarnya yang mana merupakan Alumni Akmil tahun 2003 silam.

Sebelumnya, sejumlah senjata TNI dan Polri pun dikabarkan berada di tangan warga atau simpatisan OPM. Misalnya saja senjata api yang dimiliki oleh anggota TNI yang tewas dalam kecelakaan Helikopter MI-17 di Papua beberapa waktu lalu.

Panglima Minta Warga Serahkan Senjata-Senjata Korban Heli di Papua

Sebelumnya memang Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto masih meyakini 11 pucuk senjata api yang hilang milik korban-korban kecelakaan Helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala, Pegunungan Bintang, Papua, ada di tangan masyarakat.

Hal tersebut dikatakannya saat ditanyai soal kemungkinan senjata api tersebut diamankan oleh kelompok yang berseberangan dengan NKRI. “Saya yakin masih di masyarakat,” ungkapnya setelah pelepasan empat jenazah korban kecelakaan Helikopter MI-17, Lanud Silas Papare, Sentani, Jayapura, Papua, beberapa waktu yang lalu dilansir dari CNN Indonesia.

“Kami sudah melihat foto-fotonya dan kita mendeteksi bahwa itu merupakan bagian dari masyarakat. Nantinya kami langsung to the point pada masyarakat tersebut yang tersebar di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang,” ungkapnya menambahkan.

Sebelumnya TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) mengklaim berhasil mengambil 11 pucuk senjata api dari lokasi kecelakaan heli itu. Penglima TNI melanjutkan pihaknya memprioritasnya evakuasi korban setelah kecelakaan. Akan tetapi, sekarang ini TNI akan melakukan pendekatan pada masyarakat yang diduga mengamakan senpi tersebut.

“Hanya kemarin kami masih konsentrasi untuk mengangkut, mengangkat para korban kecelakaan. Saat ini kami konsentrasi untuk melakukan pendekatan. Yang ditakutkan oleh kita semua bahwa nantinya akan disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang baik,” tukas Hadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top