Demi Bantu APBN, Menkeu Ingin Asset Negara Jadi Produktif

BERITA PRODUKTIF

Demi Bantu APBN, Menkeu Ingin Asset Negara Jadi Produktif

Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan berharap pengelola dapat memaksimalkan aset-aset negara supaya lebih produktif. Dan dengan demikian maka negara itu dapat menghasilkan penerimaan negara bukan pajak atau PNBP. 

Sri Mulyani Mau Aset Negara Produktif Untuk APBN

“Bagaimana caranya supaya Asep ini bisa optimal? Bisa kerja. Jadi asetnya tidak berhenti, saya selalu gunakan kata asetnya bekerja,” ungkapnya dalam sebuah acara yaitu grand final kompetisi The Asset Manager (TAM) 2020, pada hari Selasa (24/11). Bendahara negara tersebut juga melanjutkan apabila aset negara dapat dimaksimalkan maka dapat membantu APBN yang mana sekarang ini sedang tertekan karena penanganan pandemi virus Corona.

Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah bandar togel singapore menggelontorkan sebanyak-banyaknya dana untuk menangani pada mikroskop Rona dan juga PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang besarnya mencapai 690,2 Triliun Rupiah di tahun 2020 ini. Per tanggal 18 November 2020 realisasi penyerapan anggaran tersebut pasalnya baru mencapai Rp. 408,61 Triliun Hai saja dari total Pagu atau bisa dikatakan baru mencapai 58,7%.

“dalam situasi covid 19, instrumen APBN kerja Luar biasa keras, APBN bakal mengalami tekanan. Alhamdulillah selama ini APBN kami jaga untuk terus sehat sehingga ketika hadapi cofid19 ini kami masuk ke dalam kondisi yang sehat tapi kami tak bisa Gantungkan seolah ini APBN sendiri, ada juga kebijakan moneter dan kebijakan yang lainnya,” paparnya menjelaskan.

Menteri Keuangan yang kerap dipanggil Ani itu mengatakan bahwa pemanfaatan aset negara itu tak selalu dalam bentuk komersial saja. Bahkan menurutnya lebih dari itu karena asap negara dapat dimanfaatkan juga untuk kepentingan kepentingan sosial yang sangat bermanfaat untuk masyarakat. Dirinya menyebutkan asal negara bisa dimanfaatkan sebagai taman berkumpul para warga. “ dengan anggaran kami dapatkan aset, tapi aset itu tidak hanya kemudian berhenti, sesudah dibangun kami harus berpikir juga bagaimana cara memanfaatkannya. Banyak gedung yang dibangun pemerintah, gedung diklat, kampus, juga berbagai fasilitas umum. Kadang-kadang setelah selesai dibangun gedung kamu lupa Asep masih bisa dioptimalkan,” tuturnya lebih lanjut.

Aset indonesia cukup banyak dan bisa dimanfaatkan

Sebagai informasi yang dilansir dari CNN Indonesia yang menyebutkan bahwa Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu) mencatatkan bahwa total aset yang dimiliki dari barang milik negara (BMN) mencapai nilai yang sangat banyak yaitu Rp.10.467.53 triliun di tahun 2019.

 Sumbangan aset negara yang paling besar apa Salsa berasal dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mencapai Rp. 1.645,56 triliun. Kemudian aset negara naik Rp. 4.142,25 triliun atau naik sebesar 65,48% dari yang tadinya Rp.6.325,28 triliun di tahun 2018. Peningkatan aset yang paling besar pasalnya datang dari aset tetap yang juga naik sebanyak 208, 1% dari yang tadinya Rp.1.931,05 triliun jadi sebesar Rp.5.945,59 triliun.

Desifist APBN Tembus Rp.764,9 T Sri Mulyani juga memaparkan bahwa ada defisit APBN 2020 sampai dengan Oktober 2020 dan device tersebut tembus mencapai Rp.746,9 triliun. Angka tersebut pasalnya setara dengan 4,67% pada produk domestik bruto (PDB). Dirinya mengatakan bahwa realisasi defisit APBN 2020 per bulan Oktober meningkat sangat amat signifikan dari defisit pada bulan Oktober 2019 lalu yang cuma mencapai Rp.289,2 Triliun.

Back To Top