Category: KPK

KPK

Analisa Gaya Otoriter Firli: Kehancuran KPK?

Kepemimpinan Firli Bahuri di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diprediksi bakal membuat system dan kepercayaan public pada lembaga anti-korupsi itu makin hancur. Indikasi awalnya adalah terletak pada kasus suap yang menjerat Harun Masiku, kader PDIP.

KPK Akan Hancur di bawah Kepemimpinan Firli

Kpk sendiri dilansir dari CNN Indonesia, mengungkap kasus suap pergantian antar-waktu PAW (anggota DPR dari PDIP) dan menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, caleg PDIP Harun Masiku, dan 2 orang yang lainnya sebagai tersangka. Akan tetapi, sampai dengan saat ini komisi antisurah belum juga menangkap Harun.

Dan yang membuat jengkel adalah bukannya membuktikan kinerja baiknya pada public, KPK malah menunjukkan sejumlah gelagat yang mencurigakan. PNYD (Pegawai Negeri Yang Diperkerjakan) di KPK yang mana menangani kasus Harun sendiri malahan dikembalikan ke instansi asalnya, yaitu Polri dan Kejaksaan Agung, sebelum masa tugasnya selesai sesuai jadwal.

Misalnya saja Jaksa Yadyn yang jadi bagian dari Tim Analisi kasus tersebut. Kemudian Penyidik Rossa Purbo Bekti. Bahkan Rossa dikabarkan tak mendapatkan akses masuk ke markas KPK. Semua yang berhubungan dengan kerjanya sebagai penyidik KPK itu sudah diblokir, seperti misalnya akses email kantor dan juga gaji.

Ketua KPK, Firli Bahuri sendiri pasalnya mengklaim pengembalian tersebut berdasarkan permintaan Polri dan juga Kejagung. Ia juga mengklaim pihak Polri dan Kejagung telah menandatangani surat pengembalian oleh Pimpinan, Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Hardianto Harefa dan Kepala Biro SDM KPK. Padalah sebelumnya diberitakan, KPK sempat mengakui kekurangan pegawai dalam hal ini, penyidik.

Analisis dari Peneliti

Kemudian hal ini mengundang analisa dari Feri Amsari, peneliti PUSAKO Fakultas Hukum Universitas Andalas. Ia mengatakan bahwa pengembalian Rossa ini meningkatkan kecurigaan public togel singapura pada pimpinan KPK. Ia juga menilai bahwa upaya ini menggangu penyidikan.

Menurutnya, pimpinan KPK dapat digugat ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) atau bahkan dikenakan pidana karena menghalang-halangi proses penyidikan. “BUkan tidak mungkin respons pimpinan untuk mengembalikan penyidik ke institusi asalnya ini terkesan malah mengganggu proses penyidikan,” katanya lewat pesan tertulis dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (5/2).

Tak Cuma Feri saja, peneliti dari ICW (Indonesia Corruption Watch), Kurnia Ramadhana, menilai bahwa pengembalian penyidik Rossa ke Polri ini menunjukkan upaya sistematis untuk merusak system yang mana berjalan di KPK. “Bagaimana mungkin seseorang yang mengungkap skandal korupsi Pergantian Antar Waktu di KPU dan dia juga belum selesai masa jabatannya di KPK, secara serta merta diberhentikan dari KPK, dan kemudian dikembalikan ke Polri?” ungkapnya lewat sambungan telepon hari Rabu (5/1) masih dilansir dari CNN Indonesia.

Berhubungan dengan kasus Harun Masiku, Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri sendiri mengatakan bahwa pihaknya serius untuk menangani kasus dugaan korupsi ini. Dirinya meyakini penyidik bekerja sesuai dengan mekanisme hukum dan bukan lah atas permintaan pihak tertentu. “Jadi, yang perlu kami sampaikan juga bahwa tentu saja bekerjanya aparat penegak hukum itu bukan kemudian atas dasar permintaan pihak tertentu atau siapa pun,” pungkasnya.

Kurnia bahkan menilai bahwa gaya kepemimpinan Firli ini cenderung otorites. Ia juga memprediksi KPK ke depannya akan hancur dengan system yang sudah dan akan ‘diobrak-abrik’ oleh Firli. “Jadi, kita memprediksi ke depan KPK akan makin hancur baik dari system yang selama ini berjalan di KPK, dirusak yang bersangkutan dan kepercayaan public pada KPK akan makin menurun,” tukasnya.

Back To Top