Category: SEPAK BOLA

OLAHRAGA SEPAK BOLA

Dua Goal Ronaldo untuk Kemenangan Juventus 3 – 0

Pertandingan lanjutan liga Italia terus berlanjut. Juventus pun melakukan pertandingan bersama dengan Crotone pada Selasa dini hari tadi. Adapun hasil pertandingan antara Juventus dengan Crotone berhasil dimenangkan oleh Juventus dengan skor 3 – 0. Juventus mampu melakukan dominasi selama pertandingan dan akhirnya mampu mendapatkan tiga poin penuh untuk mengungguli lawan dan mendapatkan posisi lebih atas di dalam klasemen sementara liga Italia yang masih akan terus berlanjut.

Ronaldo Ciptakan Dua goal

Pertandingan antara Juventus melawan Crotone telah memberikan semangat untuk Ronaldo dalam menciptakan goal. Di menit ke 11 Ronaldo berhasil menciptakan tendangan dirinya menembakkan bola dengan kaki kanan di kotak penalti. Sayangnya peluang slot tanpa potongan pulsa tersebut tidak berhasil menghasilkan goal karena masih bisa diblok oleh para pemain belakang crotone. Tim lawan pun segera melakukan serangan balik dimana Junior Messias melepaskan tembakan namun masih belum bisa membahayakan Gianluigi Buffon.

Juventus pun semakin gencar untuk terus melakukan serangan. Tekanan demi tekanan terus menghasilkan peluang dan secara bertubi tubi mampu membuat payah Crotone. Kebuntuan di babak pertama akhirnya bisa dipecahkan dengan tendangan Ronaldo. Saat itu enam menit akan babak pertama akan berakhir, tetapi Ronaldo mampu menyundul bola ke gawang Crotone atas umpan yang diberikan oleh Alex Sandro dari luar kotak penalti. Akhirnya Juventus pun bisa unggul satu kosong untuk kemenangan di babak awal.

Adapun goal kedua diciptakan pada babak injury time pertama. Ronaldo mampu memanfaatkan sundulan dari aaron Ramsey yang akhirnya menjadikan skor 2 – 0 untuk kemenangan Juventus. Serangan terus dilakukan. Karena termotivasi untuk mencetak goal lagi maka Ronaldo pun terus menekan Crotone. Ada banyak peluang yang dilakukan bahkan Ronaldo pun nyari menciptakan goal ketiga di menit menit terakhir babak tambahan waktu namun hal itu tidak dapat dilakukan karena pluit sudah dibunyikan.

Juventus Menguasai Permainan

Di babak kedua juga, Juventus masih mendominasi dengan serangan dan tekanan tekanan yang diberikan kepada Crotone. Andrea Pirlo sepertinya sangat memotivasi para pemain untuk bisa menekah dan menebar ancaman di mana mana. Dengan skor 2 -0 untuk keunggulan Juventus, maka tim ini pun mampu tampil dengan percaya diri dan memberikan yang terbaik sepanjang babak kedua. Ronaldo, Chiesa, dan Kulusevski menjadi pemain yang diandalkan untuk bisa membuat pusing pertahanan lawan.

Weston McKennie pun membuat keunggulan semakin jauh. Goal yang tercipta di meni ke 56 berkat kemelut di kotak penalty Crotone. Tim tamu semakin kewalahan dan merasa tidak ada lagi harapan. Setelah unggul 3 goal dari tim lawan, Juventus terus melakukan perlawanan. Bahkan sebenarnya Ronaldo bisa saja mencetak lebih banyak goal, tetapi peluangnya tidak sedang menguntungkan bagi Juventus. Skor 3 – 0 pun bertahan hingga babak kedua berakhir. Kemenangan ini menjadi sebuah balas dendam untuk kekalahan di dalam pertandingan sebelumnya dan kritik Cassano terhadap permainan Ronaldo.

Adapun skuad yang diturunkan oleh tim Juventus adalah Buffon, Danilo, Demiral, de Ligt, Alex Sadnro, Chiesa, Bentancur, Ramsey, McKeniie, Kulusevski dan Ronaldo. Sedangkan di tim Crotone adal COrdaz, Magallan, Golemic, Reca, Di armine, Pereira, Junior Messias, Molina, Vulic, dan Ounas. Dengan pertandingan ini maka Cortone menderita kekalahan sedangkan Juventus mampu mendapatkan kemenangan dengan poin penuh. Juventus tentu berharap bahwa kemenangan ini mampu membawa pada kemenangan berikutnya yang lebih menyenangkan.

BOLA KAKI OLAHRAGA SEPAK BOLA

Quique Setien Tak Pernah Bermimpi Bisa Melatih Tim Sekelas Barcelona

Barcelona telah resmi menunjuk pengganti Ernesto Valverde langsung kepada publik tanggal 14 Januari ini yaitu Quique Setien untuk resmi melatih juara La Liga tersebut. Di dalam konferensi pers, pelatih yang memiliki paspor Spanyol ini mengatakan bhawa dirinya sama sekali tidak pernah sedikitpun membayangkan jika dirinya akan ditunjuk untuk melatih tim besar sekelas Barcelona dengan banyak sekali prestasi baik domestik maupun di Eropa dan dunia.

Siapakah Sosok Pelatih Quique Setien yang Menggantikan Valverde Melatih Barcelona

Seperti yang diketahui oleh publik dan penggemar bola, tanggal 13 Januari sebelumnya, tim yang berjuluk Blaugrana ini memecat pelatih Ernesto Valverde setelah Barcelona mendapatkan hasil yang buruk ketika berlaga di Piala Super Spanyol. Tak membutuhkan waktu lama untuk mencari penggantinya, manajemen pun sudah langsung bergerak dengan cepat dan menunjuk eks pelatih Real Betis yaitu Queque Setien untuk melatih tim bertabur bintang ini dan memperbaiki performa.

Namun pelatih yang kini berusia 61 tahun itu sama sekali tidak pernah sebelumnya menangani tim yang besar sama sekali apalagi sekelas Barcelona. Sebagian besar dari karir seorang Setien dihabiskan untuk menangani tim yang berasal dari kasta lebih rendah dibandingkan dengan Barcelona sehingga wajar jika Setien mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah terpikirkan akan melatih tim seperti Barcelona. Setien pun mengungkapkan rasa gembira atas kesempatannya.

Seperti yang dilansir oleh Football Espana, Setien menyatakan rasa terima kasihnya kepada Barcelona sebab sudah memberikannya kesempatan untuk melatih mereka meskipun tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahkan dalam mimpi juga. Namun terlepas dari semua hal tersebut, Setien mengatakan jika dirinya tertarik untuk dapat menangani tim ini dan melakukan proyek maupun juga tantangan yang dihadapi olehnya dan tim ini sehingga bisa kembali ke jalur juara yang baik.

Tugas Berat Quique Setien Bawa Barcelona Juara di Semua Kompetisi Musim Ini

Setien pun menambahkan jika dirinya kemarin masih berjalan-jalan di sekitar kampungnya dan kini diberikan tanggung jawab untuk menangani tim yang berisi pemain-pemain terbaik dunia. Tak lupa dia pun juga berterima kasih kepada pelatih Barcelona sebelumnya yaitu Ernesto valverde karena dianggap telah mewariskan tim yang hebat tersebut togel singapore hari ini yang akan keluar. Selama melatih Barcelona, pemain kelahiran Santander ini akan dikontrak sampai dengan Juni 2022 dan dia memiliki beban yang sangat besar.

Quique Setien pun sangat diharapkan untuk dapat kembali membawa Messi dkk untuk meraih dan merebut seluruh trofi dari semua turnamen yang tersisa selama musim ini berlangsung seperti Copa Del Rey, Liga Spanyol dan tentu saja yang paling bergengsi seluruh Eropa yaitu Liga Champions. Selama dirinya melatih, Barcelona ini akan menjadi tim yang ke-7 akan ditangani olehnya. Sebelumnya, Setien pernah menjadi pelatih beberapa tim seperti Real Betis, Las Palmas, Lugo, Logrones, Poli Ejido dan Racing Santander.

Selama dirinya melatih Real Betis, Setien menggunakan penerapan permainan menyerang yang sangat atraktif bagi tim. Bahkan di musim perdananya bersama dengan Betis, Setien berhasil membawa tim ini untuk finish di peringkat klasemen akhir Liga Spanyol dengan raihan 60 poin. Bahkan karena finis di urutan keenam inilah, Betis pun bisa tampila di liga UEFA pada musim 2018-2019 yang lalu. Namun musim berikutnya Betis melorot dan hanya finis di peringkat 10 klasemen.

Dikarenakan hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka Quique Setien pun harus meninggalkan Betis di akhir musim yang lalu. Setelah kurang lebih menganggur selama 6 bulan, Setien pun akhirnya memperoleh pekerjaan untuk menggantikan Valverde menjadi pelatih salah satu tim terbaik di seluruh dunia. Tugas ini memang tidak mudah sama sekali sebab Barcelona masih tercatat aktif di beberapa kompetisi sehingga fokus utama yang mereka inginkan adalah jadi juara Liga Champions.

BOLA KAKI OLAHRAGA SEPAK BOLA TIMNAS INDONESIA

Shin Tae Yong Perlu Dukungan Penuh Untuk Latih Timnas Indonesia

Mohamad Kusnani, pengamat sepak bola nasional, menilai bahwa Shin Tae Yong memerlukan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan guna mendongkrak prestasi Timnas Indonesia. Shin Tae Yong sendiri pasalnya mendapatkan beban yang berat karena tak Cuma jadi pelatih tim senior saja, akan tetapi ia juga ditugaskan sebagai menejer pelatih tim-tim di usia muda.

Shin Tae Yong Butuh Dukungan Penuh dari Semua

“Shin Tae Yong adalah pilihan yang sesuai sekali dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini. Sukses tidaknya tergantung dukungan federasinya (PSSI) soal kompetisi, fasilitas dan juga yang lainnya,” kata Kusnaeni dilansir dari CNN Indonesia.

Menurutnya, sekarang ini Korea Selatan dan juga Jepang dianggap sebagai negara yang memiliki level sepak bola dua tingkat di atas Indonesia. Tak Cuma itu, sekarang kedua negara itu memiliki kualitas sepak bola terbaik di Asia. Indikasi Korea Selatan sebagai salah satu negara sepak bola terbaik di Asia sekarang ini tak main-main karena bisa dilihat dari seringnya keikutsertaannya dan prestasinya sebagai negara Asia yang pernah menekuk Jerman di fase grup Piala Dunia 2018 dengan skor 2-0.

Pelatih Asia seperti dari Korea Selatan pasalnya dinilai jauh lebih cocok untuk melatih dan ‘memecut’ Timnas Indonesia. Pelatih dari Asia dianggap tak terlalu kesulitan untuk menyesuaikan dirinya di Indonesia dan pemain-pemain Indonesia.

“Kalau pelatih Asia, mereka tidak mengalami gegar budaya. Mereka juga lebih mudah beradaptasi. Itu lah yang mungkin menjadi salah satu pertimbangannya. Mungkin saja (ada kesulitan untuk beradaptasi) namun lebih kecil jika dibandingkan dengan pelatih Eropa,” ungkap Kusnaeni.

“Mulai dari standar fasilitasnya, perangkat pertandingannya, kualitas pemainnya bisa buat kecewa ketika mereka menerima kenyataan. Jadi, Indonesia bersaingnya di level Asia dulu jangan memikirka Piala Dunia dulu, kita belum sampai sana. Tapi Korea (Selatan) berpengalaman di Asia dan pelatihnya juga bisa membantu Indonesia untuk memahami persaingan di level Asia. Jadi, kita bisa bersaing di level Asia,” imbuhnya.

Korea Selatan, menurut Kusnaeni lagi, dianggap memiliki system pembinaan sepak bola yang maju juga togel sgp 2020. Mereka memulainya dengan pembenahan di sisi organisasi yang mana berkesinambungan di kompetisi yang baik yang mana mampu menghasilkan pemain-pemain di level timnas yang sangat kuat. “Klub-klub Korea Selatan juga langganan juara pada kompetisi Asia. Mulai dari Liga Champions Asia dan Piala AFC. Walaupun juara, bukan jadi patokan, namun setidaknya mereka bisa bersaing,” ungkapnya lagi.

Shin Tae Yong Tak Pernah Janji Buat Menang Timnas

Sedangkan Tommy Apriantono, pengamat sepak bola lainnya, menambahkan bahwasanya Shin Tae Yong tak pernah menjanjikan bahwa ia bisa membuat gelar juara bagi Timnas Indonesia. Hal ini karena prestasi tidak bisa diraih secara instan. “Jepang tahun 1979 mulai membangun sepak bola dan baru pada 1998 bisa tampil di Piala Dunia. Butuh 19 tahun. System pembinaan mereka juga dibangun mulai dari sekolah-sekolah,” katanya.

“Olahraga dan pendidikan formal seimbang. Begitu juga Korea Selatan. Mereka membangun system pembinaan yang bagus karena tak ada tim yang bagus tanpa pembinaan yang bagus,” terangnya lagi. Namun Shin Tae Yong sekarang adalah harapan baru bagi Indonesia. Harapan baru tak hanya bagi pecinta sepak bola Indonesia melainkan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Janji tak penting, menurut pengamat, yang paling penting bagaimana Shin Tae Yong dapat membawa perubahan di Timnas Indonesia.

Back To Top